Wisata Kab. Kep. SITARO

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sebagai daerah otonomi baru di Provinsi Sulawesi Utara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2007 dan diresmikan pada tanggal 23 Mei 2007, adalah merupakan daerah Bahari dan Maritim yang terdiri atas pulau-pulau yang membentang dari selatan (Pulau Biaro) ke utara (Pulau Siau) dengan ibukota Ondong (Kecamatan Siau Barat), mempunyai luas daratan 275,95 km2 dan luas lautan 2.790,296 km2 sehingga total luas wilayahnya sebesar 3.066,22 km2. Pariwisata selain sebagai salah satu andalan dalam perolehan devisa untuk pembangunan nasional, juga dapat menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) dan manfaat ekonomis untuk kepentingan pembangunan di wilayah kepulauan yang luas ini. Karenanya pembangunan pariwisata secara keseluruhan harus mampu menciptakan inovasi baru dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan daya saingnya secara berkelanjutan. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pemberdayaan potensi-potensi kepariwisataan yang ada diseluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, terutama melalui kerjasama dengan dunia usaha, masyarakat serta stakeholder kepariwisataan lainnya. Melalui kerjasama dan pola kemitraan yang harmonis dengan seluruh pihak yang berkompeten, maka pengembangan kepariwisataan di Sitaro akan memperoleh daya dorong yang signifikan.
Sebagian obyek wisata yang menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro antara lain :
1. Wisata Alam;
a. Wisata Bahari :
1). Pulau Mahoro, Siau Timur Selatan.
2). Pulau Manumpitaeng, Siau Timur Selatan.
3). Pulau Pahepa, Siau Timur Selatan.
4). Pantai Pasir Putih Kalihiang, Siau Timur Selatan.
5). Pantai Pasir Putih Balirangeng, Siau Timur Selatan.
6). Pulau Makalehi, Siau Barat.
7). Pantai Pasir Putih Talawid, Siau Barat Selatan.
8). Pantai Pasir Putih Tanganga, Siau Barat Selatan.
9). Pulau Pasighe, Tagulandang.
10). Pantai Pasir Putih Kisihang, Tagulandang Selatan.
11). Pantai Watu Tumipu, Tagulandang Selatan.
12). Tanjung Tonggeng Naputu, Tagulandang Selatan.
13). Pantai Pasir Putih Bulangan, Tagulandang Utara.
14). Pulau Salangka, Biaro.
15). Teluk Tope, Biaro.
16). Teluk Buang, Biaro.
17). Pantai Lamanggo, Biaro.
18). Pantai Pasir Putih Kalakuhi, Biaro.
19). Pantai Pasir PutihTumora, Biaro.
20). Kawasan diving point di perairan pulau Mahoro, Siau Timur Selatan.
21). Kawasan diving point di perairan sekitar Kampung Bukide, Siau Timur sampai ke Kampung Nameng, Siau Barat Utara.
22). Kawasan diving point di kawasan perairan Kampung Lehi, Siau Barat.
23). Kawasan diving point di perairan dekat Tanjung Sanggelo, Pulau Makalehi, Siau Barat.
24). Kawasan diving point di perairan dekat pulau Ruang, Tagulandang.
25). Kawasan diving point di kawasan perairan Teluk Tope, Pantai Tumora, Pantai Kalakuhi dan gugusan pulau-pulau kecil lainnya di Biaro.
b. Wisata Tirta :
1). Danau Makalehi, Pulau Makalehi, Siau Barat.
2). Danau Kapeta, Siau Barat Selatan.
c. Wisata Pegunungan :
1). Wisata Gunung Api Karangetang, Siau.
2). Wisata Gunung Tamata, Siau.
3). Wisata Gunung Api Ruang, Pulau Ruang, Tagulandang.
2. Wisata Agro;
a. Wisata Perkebunan Pala, Siau.
b. Wisata Perkebunan Salak, Bawoleu, Tagulandang Utara.
3. Wisata Sejarah/Purbakala;
a. Makam raja, seperti :
1). Makam Raja Lokongbanua, Paseng, Siau Barat.
2). Makam Panglima Hengkeng u Naung, Kiawang, Siau Barat Utara.
3). Makam Panglima Walandungo, Tagulandang.
4). Tugu Peringatan Ratu Lohoraung, Tagulandang Selatan.
b. Makam Korban Pembantaian Tentara Jepang di Pulau Makalehi.
c. Gua Tengkorak Yonding dan Gua Tengkorak Misterius di Pulau Makalehi.
d. Gua Tengkorak Misterius di Tanganga, Siau Barat.
4. Wisata Religi;
a. Gereja Tua Ulu, Siau.
b. Makam Misionaris P. Kelling, Siau.
c. Makam Misionaris F. Kelling, Tagulandang.
d. Patung Tuhan Yesus Memberkati, Siau Timur Selatan.
5. Wisata Budaya;
a. Upacara Adat Tulude yang diselenggarakan secara annual, setiap tanggal 31 Januari.
b. Tari-tarian seperti Tari Gunde, Tari Empat Wayer, Tari Petik Pala, dan sebagainya.
c. Musik Bambu, musik Kalikitong, musik Orkes, Masamper dan sebagainya.
d. Lomba Seni Budaya, Pawai Budaya, Atraksi Seni Budaya, dan sebagainya.
6. Wisata Kuliner;
Aneka jenis makanan dan penganan tradisional.
7. Ekowisata;
a. Pengamatan satwa liar yang langka dan dilindungi, seperti :
– Tarsius tumpara.
Merupakan spesies Tarsius yang hanya ditemukan di pulau Siau (Siau Island Tarsier), memiliki perbedaan dan keunikan dibanding dengan spesies tarsius lainnya. Hewan unik ini banyak ditemukan di kawasan :
1). Buraqeng, Siau Barat Selatan.
2). Kawasan perkebunan dan hutan dekat Kampung Lai, Siau Tengah.
3). Kawasan Lengihe Manandu, Kampung Pehe, Siau Barat.
– Otus siaoensis.
Merupakan spesies Burung Hantu yang hanya ditemukan di pulau Siau (The Siau Scops Owl).
b. Fenomena perkawinan ikan-ikan paus di kawasan perairan Kalakuhi, pulau Biaro. Menurut masyarakat setempat, peristiwa ini biasanya terjadi sekitar bulan Mei dan September.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s